Orang luar Sulawesi biasa mendengar kata suku Bugis Makasar yang berarti Bugis Makassar merupakan satu kesukuan. Padahal sebenarnya tidak sama bahkan beda luar dalam. Hal inipun terjadi pada saat penulis kuliah di Unhas. Ternyata kebanyakan mahasiswa yang kuliah di Unhas adalah mahasiswa dari daerah atas dan bawah. Mahasiswa dari Kota Makassar hanya sebagai pelengkap saja. Oleh karena itu, banyak perbedaan mencolok antara mahasiswa Makassar dan Bugis, salah satunya soal bahasa.
Ya, bahasa Bugis dan bahasa Makassar sangat jauh berbeda dari tata bahasa, kata dan pengucapannya. Bahasa Bugis cenderung halus pengucapannya dan tutur kata yang lembut, apalagi bahasa Bugis Bone dan Soppeng yang terkenal dengan kelembutan kata-katanya dan pesona perempuannya cantik-cantik. Cuman ada juga bahasa Bugis yang pengucapannya kasar seperti bahasa Bugis orang Sengkang yang pengucapannya cepat dan tajam. Tak jauh berbeda, Bahasa makassar pun demikian, orang makassar terkenal dengan pengucapan kata yang keras dan ngotot, apalagi orang makassar dari Jeneponto.
Sempat juga mengalami hal lucu waktu KKN, dimana penulis satu posko dengan orang Bugis dan Makassar. Kebetulan waktu itu KKN ya di Bantaeng yang mayoritas pakai bahasa Konjo yang lebih mirip bahasa Makassar. Jadinya, saya lebih mengerti dibanding teman saya yang hanya tahu bahasa Bugis. Otomatis saya dapat tugas tambahan jadi penerjemah karena waktu wawancara dengan petani Bantaeng, teman saya yang dari Pinrang hanya bisa melongo dan tak tau apa yang dikatakan petani tersebut karena komunikasi kita menggunakan bahasa Konjo campur Makassar.
Begitupun sebaliknya, pas kalau di kampus mahasiswa yang satu kampung Bugis pasti komunikasinya menggunakan bahasa Bugis. Jadinya, saya cuma bisa melongo juga. Sampai-sampai teman saya yang tidak tahu juga bahasa Bugis menyinggung teman dari Pinrang kalau mereka komunikasi menggunakan bahasa Bugis berarti mereka lagi mengata-ngatai kita, padahal kan tidak juga 
Tulisan ini bukan maksud untuk membedakan suku Bugis dan Makassar atau memisahkan antara mahasiswa Bugis dan Makassar. Saya juga tak bermaksud memojokkan salah satu bahasa ini keras atau tidak, cuman saya hanya menulis dari pengalaman saya ketemu dan berkomunikasi dengan orang Makassar dan orang Bugis. Malah saya mau menyatukan antara orang Bugis dan Makassar dalam satu atap. Dalam artian sekarang ini banyak perkawinan antara orang Bugis dan Makassar, termasuk saya yang ingin mempunyai istri orang Bugis tepatnya Bugis pinrang (numpang curhat
). Mungkin kita berbeda pendapat, namun Bugis dan Makassar adalah satu bagian dari daerah kita tercinta, Sulawesi Selatan.
copied from : http://kampungbugis.com/mahasiswa-bugis-dan-mahasiswa-makassar/







0 komentar:
Posting Komentar